Penyatuan 2 insan manusia yang berbeda karakter, berbeda prinsip, berbeda dalam segala hal. Suatau langkah besar dalam kehidupan seseorang ketika memutuskan mengikat janji menjadi sepasang suami istri. Sebelum memutuskan untuk menikah, yang terpikir adalah jalan keluar untuk dapat bisa lebih mengekspresikan diri. Seperti kata pepatah " Lepas dari mulut Harimau jatuh ke mulut Buaya". Ternyata kehidupan tak berhenti sampai disitu.
Fase pernikahan merupakan fase yang lebih berat dan terjal. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi, keihklasan, serta kekuatan untuk mencapai akhirnya. Perceraian bukanlah akhir, tapi kau hanya melompat dari satu cerita ke cerita lain. Yang kumaksud akhir adalah masa dimana kita berhenti bertanya, berhenti menangis, yang tertinggal hanya senyum dan tawa.
Dan aku sendiri baru melewati 7 bulan masa pernikahan. Tertawa, menangis, sakit, sedih, gembira, bingung, takut menjadi makanan selama masa pernikahan. Aku sadar bahwa tak mungkin aku akan tertawa terus, tak mungkin aku akan menangis terus. Silih berganti perasaan membuat aku mulai belajar untuk bisa menerima dan menjalankan hidup tanpa mau melompati cerita. Sekarang, aku sedih, sedih karena tak bisa berbuat banyak, dan aku melakukan kesalahan lagi dengan ucapan yang keluar dari mulutku. Aku tahu dia marah, aku tahu dia sedih, dan aku tahu dia kecewa. tapi aku tak akan pernah bisa menarik ucapanku. Yang aku bisa adalah menjadikannya sebuah pelajaran penting, dan tak akan mengulangi kembali.
Maaf dengan semua ucapan yang terlontar, maaf atas ketidaksabaranku, maaf atas kebodohanku....
My Life Sil created for just for you
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar